Anis, Admin UKJ yang Anti Pergaulan Bebas

Niswatul Khaira (Foto: Iwan Bahagia SP)
Sekitarkita - Bagi Niswatul Khaira, menjaga diri dari pergaulan bebas itu wajib meskipun lama ditinggal orangtua.

Anis, panggilan gadis ini menyadari bahwa saat ini banyak anak muda yang tidak lagi menjunjung tinggi norma-norma pergaulan di masyarakat, khususnya di negeri Serambi Mekkah, Aceh.

Meski ditinggal kedua orangtuanya selama lebih kurang sembilan tahun, Anis memilih menghabiskan waktu di rumah atau melakoni olahraga badminton bersama sejumlah teman pada hari-hari tertentu.

Selain tidak ingin terlibat dengan pergaulan yang salah, gadis kelahiran 23 Maret 1996 ini juga ingin menjaga kepercayaan orangtua. Pengalaman itu ia dapati dari seorang teman akrab yang akhirnya tidak bisa menghindari pergaulan yang tidak pantas untuk ditiru.

"Meski saya ditinggal kedua orangtua karena tuntutan pekerjaan mereka selama sembilan tahun, saya tetap hati-hati dalam memilih teman, sebab semakin hari saya melihat tidak sedikit rekan sejawat yang salah pilih teman atau menyalahgunakan kepercayaan orangtua," kata Anis, Ditemui disela acara Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, (15/10/2017).

Banyak pengalaman berharga yang bisa diambil sebab jarak yang memisahkan Anis dan kedua orangtuanya hampir satu dekade itu. Mulai dari kemandirian hingga menguji kesabaran diri dalam menghadapi berbagai masalah.

"Bisa dibayangkan bagaimana rasanya, diusia remaja sudah ditinggalkan orangtua, ketika saya ada masalah  hanya bisa mengadu lewat telepon, berbeda dengan teman-teman saya, mereka punya keluarga langsung bisa mengayomi," lanjutnya.

Selama ayah bunda nya berada diluar daerah, Anis tinggal bersama seorang bibi yang bersuamikan Perwira TNI. Beruntung, mereka berdua sudah seperti orangtua sendiri bagi Anis.

"Sekarang saya bersyukur, karena sudah berkumpul bersama Ayah dan Bunda, mereka sudah kembali bekerja di kebun, saya pun bisa menghabiskan waktu bersama mereka, apalagi saya mau wisuda dalam waktu dekat," ucap Anis.

Dara ini mengaku baru saja menyelesaikan kuliah di Jurusan Tataniaga, Program Studi Keuangan Perbankan Syariah di Politeknik Lhokseumawe. Beberapa hari lagi, Anis akan mengenakan toga bersama 120 orang lainnya yang merupakan alumnus jurusan yang sama di kampus tersebut.
Anis mengaku memilih ingin bekerja di Bank dan mengubur cita-citanya sebagai dokter yang pernah diimpikan sejak kecil.

"Sebenarnya dulu bercita-cita jadi dokter, tapi akhirnya dengan banyak petimbangan, sekarang saya memilih bekerja sebagai karyawan bank, mudah-mudahan tercapai," ujar Anis tersenyum.
Tentu dengan berbagai pengalaman yang diceritakannya, gadis dengan tinggi 158 ini ingin menyampaikan maksud, bahwa memilih teman adalah solusi untuk terhindar dari pergaulan bebas dalam kondisi apapun.


"Apalagi untuk seorang wanita yang jauh atau ditinggalkan oleh kedua orangtua, pahit manisnya hidup harus dijalani, tetapi kalau sudah salah pergaulan, maka masa depan juga sangat terancam," ujar Anis. (Iwan Bahagia)
Share this post :

Terpopuler

 
REDAKSI Copyright © 2017. Sekitar Kiita
Pedoman Media Siber