![]() |
| Galian C di Krueng Sawang, Aceh Utara | Irmansyah | Sekitarkita |
Pemerintah Kabupaten Aceh utara harus menanggapi serius
persoalan pengerukan batu dan kerikil oleh sejumlah perusahaan jenis galian
golongan C di daerah setempat, terutama di kawasan Kecamatan Sawang. Ketua LSM
Suara Hati Rakyat Aceh (SAHARA) Aceh, Dahlan menyebut cara kerja perusahan itu
dalam mengeruk komponen alam sudah sangat meresahkan.
Terlepas benar atau tidaknya hasil investigasi LSM SAHARA
ini, namun pihak pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan, setidaknya apa
yang dirilis LSM yang bergerak di bidang lingkunan ini bisa menjadi masukan
untuk dapat mengkaji dan menata galian C di daerahnya.
Kita akui bahwa setiap daerah yang terus berkembang, tentu
permintaan akan material batu dan kerikil ini juga meningkat. Material itu
adalah salah satu yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur baik jalan,
jembatan dan banguna beton lainnya.
Kebutuhan akan material itu tentu juga menjadi tanggung
jawab pemerintah daerahnya. Akan tetapi
karena material ini merupakan komponen alam , untuk pengadaannya harus memiliki
perencaan-perencanaan matang agar tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperi banjir dan longsor.
Kemudia harus ada juga pengkajian dampak lingkungan (AMDAL)
agar pengerukan untuk mendapatkan bahan material ini tidak berdampak buruk pada
lingkungan di masa yang akan datang. Kemudian pemberian izin kepada perusahaan
galian golongan C ini juga harus penuh kehati-hatian dengan verifikasi secara
akurat pada perusahaan yang meminta izin.
Sesuai data LSM SAHARA, dari beberap perusahaan mendapat
izin galian golongan C dari pemerintah Aceh Utara, mereka malah mengambil batu
besar atau batu gajah, bukan kerikil atau pasir sesuai izin yang dikeluarkan pemerintah. Data LSM tersebut dapat menjadi reverensi
pemerintah untuk penataan ulang izin galian C dalam menyelamatkan Aceh Utara
dari galian C yang meresahkan.
Kita semua mengetahui bahwa Bumi dan manusia dan bahkan
makhluk hidup lainnya hidup di suatu lingkungan. Oleh karena itulah betapa
dekatnya lingkungan ini dengan kita. Lingkungan yang menjadi tempat tinggal
kita dan akan mempengahruhi keadaan dan juga kehidupan kita sehari- hari.
Maka dari itulah keadaan lingkungan ini memegang peranan sangat
penting. pastinya akan memberikan dampak berupa kehidupan yang sehat.
Sebaliknya, lingkungan yang tercemar pasti akan menyebabkan berbagai dampak
buruk.
Beberapa dampak pencemaran lingkungan buruk yang dapat ditimbulkan dari
adanya lingkungan yang tercemar antara lain sebagai berikut, terganggunya keseimbangan lingkungan akan berakibat,
punahnya berbagai spesies flora dan fauna, berkurangnya kesuburan tanah, cepatnya
pertumbuhan hama, menyebabkan terjadinya lubang ozon yang semuanya akan
berdampak pada kehidupan masyarakat di sekitarnya. [Redaksi; Juli Amin]

