Cuaca Buruk, Harga Ikan di Pajak Pusong Naik 50 persen


Suasana Pajak Pusong, Lhokseumawe (Foto: Muzakir Nurdin)
Sekitarkita - Akibat angin  kencang   disertai  gelombang tinggi, para nelayan di Pajak Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, tidak melaut sejak tiga bulan terakhir.

Bukan hanya itu, para nelayan juga mengalami penurunan omzet, sebab pembeli sepi akibat harga ikan yang semakin mahal karena kurangnya pasokan ikan dari nelayan ke Pajak Pusong tersebut.

Menurut salah seorang  pedangang ikan di pajak  pusong lama,  Aldi, harga ikan tongkol  yang semula dijual seharga Rp30 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp60 ribu rupiah per kilogramnya. Akibat itu, dirinya harus menanggung kerugian karena barang yang tersebut tidak laku dijual.

Ikan gembung sebelumnya dihargai Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogram. Cumi-cumi juga mengalami kenaikan yang sangat signifikan, dari Rp35 ribu kini dilepas seharga Rp70.000.

"Sudah tiga bulan yang lalu sudah terjadi kelangkaan ikan, nelayan tidak ada yang melaut karena cuaca buruk. Harga ikan itu naik sekitar 50 persen," ucap Aldi, Minggu (15/10/2017).

Sementara itu  Kepala Seksi Bidang Data dan Informasi, BMKG Banda Aceh, yang di hubungi melalui via  telpon selulernya Minggu siang mengatakan, cuaca buruk masih terus terjadi di kawasan pesisir Lhokseumawe. Maka dari itu para nelayan dihimbau untuk waspada dengan gelombang tinggi yang kemungkinan besar masih terus terjadi.


"Nelayan harus mewaspadai angin kencang, jika sudah  ada awan hitam sudah kelihatan, jadi dihimbau para nelayan diharapkan untuk  tidak melaut sementara waktu," kata dia. (Muzakir Nurdin)
Share this post :

Terpopuler

 
REDAKSI Copyright © 2017. Sekitar Kiita
Pedoman Media Siber